Loenpia Jazz Pengungkit Kebangkitan Musik Semarang



 
BANYAK orang menganggap jika Kota Semarang selalu tertinggal jika ada even bertaraf nasional. Hampir selalu acara-acara besar, nyaris tidak hinggap di kota ini.
Namun kehadiran Loenpia Jazz yang digawangi anak-anak muda kreatif kota ini, membuktikan anggapan tersebut salah. Terlebih, even jazz terbesar di Semarang ini sudah gelar untuk kali kelima dan setiap kali pagelarannya selalu dibanjiri belasan ribu anak muda.
Dan penampilan Monita Tahalea menjadi pamungkas gelaran Sabtu (20/5) di TBRS. Lagu-lagu jazz-nya yang ringan nampak sangat menghibur di Panggung Raden Saleh.
Tembang miliknya seperti Ingatlah, Kekasih Sejati, Lagu Teman Hidup dan Sebatas Mimpi seolah memunculkan medan magnet yang membuat penggemarnya tak beranjak. Bahkan di lagu Memulai Kembali, ia berhasil mengajak seluruh penonton bernyanyi bersamanya.
Begitu pula penyanyi gaek Andre Hehanusa yang hadir membawa hit lawasnya macam KKEB, Kuta Bali dan Bidadari. Selain itu, Loenpia Jazz 2017 juga diramaikan dengan penampilan Yura Yunita, Ubay, Edwin Putro Trio serta deretan kelompok jazz seperti MLD Jazz Project, Youniverse, Absurdnation, Komunitas Jazz Kemayoran, Komunitas Rompok Bolong Malang, dan Solo Jazz Society.
Menariknya, di gelaran ini tampil pula grup kasidahan asli Semarang Nasida Ria yang sudah sedemikian dikenal lewat lagu-lagunya, seperti Jilbab Putih dan Perdamaian. Bagus Arminanto selaku panitia Loenpia Jazz 2017 menjelaskan pemilihan lokasi even tersebut di TBRS Semarang karena dianggap merepresentasikan dunia kesenian di Kota Semarang.
“Misinya, memang mengembalikan exciting TBRS dengan aktivitas-aktivitas yang menarik. Makanya, kami juga gelar wayang orang dari Ngesti Pandhowo bersamaan even ini,” tukasnya.
Yang jelas, TBRS telah menjadi wadah budaya yang representatif bagi kegiatan berkesenian di Semarang, sebagaimana ikon-ikon budaya yang berada di Solo dan Yogyakarta. Begitu pula penyelenggaraan sebelumnya, Loenpia Jazz juga digelar di Pecinan, Kota Lama dan juga di Maerakaca.
“Dalam setiap penyelenggaraan Loenpia Jazz, kami ingin membuat warga Semarang melek dengan venue yang ada. Makanya, kami pilih venue-venue ikonik,” pungkasnya. Nurul Wakhid
 




Penyanyi jazz cantik Monita Tahalea saat tampil di panggung Raden Saleh dalam gelaran Loenpia Jazz 2017 di TBRS, Sabtu (20/5). Foto: Nurul Wakhid

Komentar