Satpol PP Kota Semarang: Patroli dengan Segway (Pertama di Jateng)

Patroli Satpol dengan Segway
JIKAbiasanya kita mendapati sosok Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan patroli dengan truk bak terbuka, kali ini kita akan mendapati anggota yang berpatroli dengan unik. Mereka tidak mengendarai kendaraan namun menggunakan alat yang cukup canggih.
Bahkan terkesan apa yang mereka lakukan layaknya anak-anak sedang bermain. Ya, mulai 2018 ini, kita akan menemui anggota Satpol PP yang berpatroli mengendarai segway, sebuah kendaraan beroda dua yang dikendalikan dengan keseimbangan badan.
Menurut Kabid Tramtibum Satpol PP Titis, pihaknya memiliki 8 armada segway. Gunanya adalah untuk melakukan patroli di pedestrian.
"Kami sering mendapati fungsi pedestrian yang berubah dari untuk pejalan kaki menjadi tempat parkir kendaraan atau juga untuk PKL. Dengan menggunakan segway, akan memudahkan anggota untuk berpatroli. Ini yang pertama di Jateng bahkan mungkin di Indonesia lo," terangnya.



Dijelaskan, alat ini dibiayai dari APBD 2017 dengan nilai masing-masing sekitar Rp25 juta. Pada tahap awal, anggota baru akan melakukan patroli di pedestrian jalan-jalan protokol seperti Pemuda dan Imam Bonjol.
Diakui, di jalan-jalan tersebut cukup banyak pengojek online yang ngetem menunggu penumpang di atas pedestrian. Padahal semestinya, pedestrian merupakan hak pejalan kaki sehingga harus bebas dari penghalang apapun.
"Dengan segway, akan memudahkan anggota dalam berpatroli karena bisa bermanuver di sela-sela pembatas. Selain itu juga bisa zigzag dan ramah lingkungan karena bertenaga materai bukan BBM," tukasnya.

Salah satu anggota patroli pedestrian Suprapto menambahkan jika segway memiliki kecepatan sekitar 30-40 Km/jam. Kendaraan ini sangat cocok untuk melakukan patroli penertiban di trotoar.
"Sayangnya, daya tahan baterainya hanya sekitar 1,5 jam sehingga kami harus membawa carger. Jika baterai habis, kami buru-buru kembali ke pos di Balaikota," tuturnya.
Anggota lain, Aprilia Ayu mengaku cukup lama belajar mengendarai segway ini. Ia butuh waktu hampir sepekan untuk benar-benar dapat mengendalikan alat ini sekaligus belajar bermanuver di sela-sela pembatas trotoar.
"Asyik. Kami berasa bekerja sambil bermain namun tetap tidak boleh melupakan kerja utama kami yakni menjaga agar trotoar bersih dari kendaraan parkir atau PKL," tandasnya. 


Komentar