9 Hal Sepele Ini Bisa Membatalkan Pahala Puasamu, Hati-Hati!



Beberapa sikap ini seringkali kita lakukan tanpa disadari. Akibatnya cukup fatal, apalagi jika dilakukan selama Bulan Ramadhan. Padahal, apa yang kita lakukan ini, seringkali pula kita lakukan dalam keseharian. Jika tidak ingin pahala puasa menguap, simak hal-hal sepele apa saja yang bisa kita hindarkan agar puasa kita tidak hanya mendapat lapar dan dahaga seharian. Tentunya kita mau menuju Islam yang kaffah kan, yang sempurna. 
Tapi tenangggg, ini juga sering saya lakukan kok, jadi mari saling mengingatkan kayak tukang kredit ngejar-ngejar tagihan haha.

1. Pulang Mepet Waktu Berbuka
Adalah mengasyikkan pulang kerja atau main or dolan lalu pulang ke rumah kira-kira 5-10 menit sebelum adzan Magrib berkumandang. Jadi saat buka puasa tiba, kita sudah di home sweet home, berbuka bersama keluarga. Sayangnya, seringkali kita lupa saat berkendara dengan baik demi mengejar mepetnya waktu berbuka.
Banyak orang memilih berjalan zig zag, yak-yakan, serobot kiri kanan, memotong jalur orang lain. Akibatnya, banyak orang mengumpat. Seringkali pula, kita saling serobot beradu paling depan saat di lampu bangjo. Tujuannya tentu saja agar bisa langsung tancap gas saat traffic light menyala hijau. La untung cuma tancap gas, bukan nyungsep karena ngebut...
Sebaiknya jika memang ingin berbuka bersama keluarga, pulanglah lebih gasik gih, jangan mepet-mepet. Meski harus disadari pula, hal ini terkait langsung dengan faktor kebiasaan buruk warga berkendara serta kedisiplinan yang rendah. Sekali lagi, saya juga termasuk di dalamnya kok hehe

2.       Ghibah
Ini juga sulit lo dihindari. Kebiasaan buruk ngomongin teman, ngegosip bisa berujung kepada ghibah atau ngomongin keburukan orang.
Cukup wajar memang jika dalam setiap obrolan apalagi perbincangan yang menarik asyik, bertema tentang orang lain dan aktivitasnya. Tapi haru hati-hati, tema obrolan biasanya tidak akan jauh-jauh dari si A yang ternyata begini, si B yang nyatanya begitu dan sebagainya.

3.       Misuh
Sudah jadi rahasia umum, kita sering misuh (mengeluarkan umpatan saat menemui kenyataan yang tak sesuai dengan harapan). Misuh bahkan sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Tidak jarang, kebun binatang seisinya, bisa keluar lo untuk bukan binatang aslinya yang muncul, bisa dibrakot tuh...hauuummm.

4.     Ngabuburit yang Kebablasan
Menunggu waktu berbuka sembari ngabuburit, tentu mengasyikkan. Bersama warga yang lain berkumpul di satu tempat terbuka, menonton sesuatu hal sembari menunggu bedug, ngobrol bersama rekan, membuat waktu bergulir cepat.
Hati-hati, waspada jangan sampai waktu ngabuburit menjadi blunder karena pahala puasa seharian hangus. Padahal tinggal beberapa menit lagi menuju berbuka...

5.       Kalap Berburu Takjil
Ngabuburit yang selalu menjadi kebiasaan sebagai aktivitas paling asyik menunggu bedug dug dug... apalagi saat ini tempat-tempat favorit untuk ngabuburit, selalu dipenuhi dengan penjual makanan.
Dalam kondisi perut lapar, demi melihat makanan yang ada, semua seolah terasa nikmat. Semua muanya pengin dimakan. Namun saat sudah mengunyah satu dua makanan, perut sudah terasa penuh. Ini wajar karena perut kosong layaknya jebakan karena begitu diisi dikit sata, sudah berasa kenyang. Akibatnya, makanan yang sudah dibeli menjadi tidak termakan sia-sia...eman eman kan, mending dikirim ke rumah saya.

6.       Menunda Solat Magrib
Saat bedug Magrib berkumandang, kita selalu bergegas membatalkan puasa. Memang sih ada dalil hadist untuk menyegerakan berbuka. Tapi ya jangan salah, itu hanya untuk membatalkan puasa kita saja, bukan terus membabi buta menyantap semua hidangan yang ada. Apalagi waktu untuk menjalankan ibadah Solat Magrib itu sangat pendek, tidak lebih dari 60 menitan lo.
Bisa juga disiasati membatalkan puasa dulu dengan teh hangat atau semangkuk kolak pisang. Untuk makan besarnya, kita nomer duakan saja dulu setelah solat. Toh bukan hatinya yang kita duakan kok hehe

7.       Kekenyangan Usai berbuka
Menjadi rahasia umum juga, kita kalap saat berbuka. Semua makanan yang ada di meja, kita sikat habis tanpa sisa.
Bisa ditebak, perut kekenyangan. Akibatnya tentu saja jadi males ngapa-ngapain, terutama untuk Solat Tarawih. Ya meski ini adalah solat sunah, namun hanya ada di Bulan Ramadhan, eman-eman kan jika tidak dimanfaatkan apalagi pahalanya akan dilipatkan 1000 kali. Bayangkan jika pahalanya berbentuk 1.000 kali balikan sama mantan, kamu masih mau nolak?

8.       Bersedekah Namun Kurang Ikhlas
Kenapa kurang ikhlas dan bukan pakai kata tidak ikhlas? Saya yakin, semua orang yang sudah niat bersedekah, pasti ikhlas. Hanya kadar ikhlasnya yang mungkin berbeda.
Sedekah yang kurang ikhlas adalah semisal kita memberikan sesuatu namun ala kadarnya, bukan yang terbaik yang kita bisa. Misal kita sodakoh beras, namun dari kualitas yang biasa-biasa saja. Atau memberikan baju untuk berlebaran, namun dari kualitas yang biasa-biasa pula. Jika orang yang menerima sedekah kita saja enggan menggunakannya, mungkin pahalanya juga enggan mampir ke kita karena keikhlasan kita yang juga setengah-setengah.
Kamu gak mau juga kan klo cinta dia juga hanya setengah-setengah ke kita?

9.       Membayar Zakat Fitrah Mepet-Mepet
Untuk menyempurnakan puasa kita, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Zakat inilah yang akan membersihkan dosa-dosa kecil kita di hadapan Allah. Tujuannya agar sesama yang kurang mampu, ikut merasakan kemenangan usai sebulan penuh berperang melawan hawa napsu.
Nah, waktu terbaik membayar zakat fitrah adalah sesaat sebelum adzan Solat Idul Fitri berkumandang. Lebih baik lagi jika dibayarkan di malam hari menjelang Idul Fitri jadi saat hari kemenangan tiba, fakir miskin dan penerima zakat lainnya (mustahik), bisa bersama-sama Muslim lainnya, menikmati kemenangan.

Nah itu tadi beberapa hal sepele yang mungkin akan mengurangi pahala puasa kita. Kebenaran semata milik Allah, namun ini juga self reminder kok bagi diri pribadi saya. Mungkin juga saya masih sering melakukannya, ya maklum lah...manusia hehe tempat salah dan lupa. Yang penting saling ngingetin ya gaes.

Komentar